Pesan Sang Juara Saya Akan Terus Belajar dari Kesalahan

Sang Juara dunia MotoGP musim 2017 Marc Marquez, tidak akan pernah berpuas diri setelah prestasi yang di capainya dengan berhasil menjadi sang juara dunia MotoGP keempat dalam lima tahun pertamanya di kelas ter atas “ MotoGP “.

 

Untuk meraih kesuksesan tersebut di lampauinya dengan atmosfer persaingan yang sangat ketat di musim 2017, Marquez berhasil dan sukses untuk menyingkirkan pesaing terberatnya dari tim Ducati Andrea Dovizioso dan duo tim Yamahan Maverick Vinales serta Valentino Rossi untuk mendapatkan gelar juara dunia musim 2017.

 

Performa yang di tampilkan oleh Marquez selama satu musim berjalan terbilang sangat mengesankan, dengan dia berhasil mengejar selisih sebanyak 38 poin pada awal musim sampai pada akhirnya ia berhasil unggul sebanyak 37 poin di akhir musim dari pesaing terseberatnya yang menempati posisi ke dua yaitu Andrea Dovizioso.

 

” Setelah saya berhasil menjadi juara, mungkin seorang pebalap akan berkata ‘Ok, saya akan memenangkan segalanya’. Akan tetapi tidak seperti itu bagi saya. ”

 

” Karena karakter saya miliki, saya tahu bahwa pada musim depan saya akan mengingat kesalahan yang saya lakukan di musim 2017 dan tak akan mengingat hal – hal baik dari tahun ini, ” ucap Marquez.

 

Dengan beberapa alasan tersebut Marquez bahkan telah mulai mempersiapkan dirinya dalam sesi tes resmi pada awal tahun sebagai tempat untuk mempersiapkan dirinya dalam menghadapi persaingan MotoGP musim 2018.

 

” Pada awal tahun ini saya akan mencoba mengerti area tempat saya bisa meningkatkan kualitas saya. ”

 

” Saya akan tahu bahwa pada paruh awal musim lalu, di enam seri awal, merupakan sebuah bencana. Bagi saya yang banyak melakukan kesalahan di sana,” kata Marquez.

 

Marquez sendiri sampai saat ini memang sukses dengan berhasil menjadi pebalap yang paling dominan MotoGP di era 2010 – an. Dan Ia juga berhasil memenangi sebanyak empat gelar juara dunia MotoGP sejak turun di kelas tersebut pada musim 2013. Hanya pada musim 2015 Marquez gagal jadi juara dunia dan harus puas duduk di posisi ketiga pada musim tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *